< Kembali
  • Berita Terkini
  • 227

Pernyataan terkait Artikel Bloomberg News

Pernyataan Perusahaan

Pernyataan terkait Artikel Bloomberg News

Jakarta, 03 November 2026 - PT Barito Renewables Energy Tbk (“Barito Renewables” atau “Perseroan”) telah mencermati artikel Bloomberg News berjudul “Wash Trades and 5,000% Gains: Inside Indonesia’s MSCI Hustle” yang dipublikasikan pada 2 November 2026. Artikel tersebut menyebut Perseroan di beberapa bagian.

Perseroan dengan tegas menolak dua klaim dalam artikel tersebut terkait perdagangan saham Perseroan, sebagaimana diuraikan di bawah ini.

1.⁠ ⁠Terkait uraian artikel mengenai harga saham Perseroan setelah IPO

Pada bagian yang membahas Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Perseroan pada Oktober 2023, artikel tersebut menyebutkan bahwa saham Perseroan naik hampir 1.000% dalam beberapa minggu setelah pencatatan. Dengan mengutip dua orang yang mengetahui persoalan tersebut, artikel itu menyatakan bahwa kenaikan tersebut “sebagian besar” (“in large part”) didorong oleh para broker di PT Henan Putihrai Sekuritas. Menurut artikel itu, para broker tersebut berupaya meningkatkan volume perdagangan dan memicu spekulasi bahwa saham Perseroan akan masuk ke dalam indeks MSCI.

Perseroan dengan tegas menolak klaim tersebut. Perseroan tidak pernah menginstruksikan, menunjuk, ataupun membayar perusahaan efek mana pun untuk menaikkan volume perdagangan atau harga saham Perseroan secara tidak wajar. Perseroan juga tidak pernah terlibat dalam upaya apa pun untuk melakukan hal tersebut.

Klaim tersebut bersandar pada dua sumber yang tidak disebutkan namanya, dan artikel tersebut tidak menyajikan bukti apa pun untuk mendukungnya. Artikel yang sama juga memberitakan bahwa Henan telah membantah melakukan tindakan melanggar hukum untuk mendorong kenaikan harga saham Perseroan.

2.⁠ ⁠Terkait penyebutan “broker milik Pangestu” (“Pangestu’s brokers”)

Pada bagian selanjutnya yang membahas masuknya saham emiten lain ke dalam indeks MSCI, artikel tersebut memuat pernyataan sejumlah investor asing. Menurut mereka, kondisi kelangkaan pasokan saham (share squeeze) serupa pernah mereka hadapi pada saham Barito Renewables. Namun, menurut para investor itu, “broker milik Pangestu” (“Pangestu’s brokers”) telah menjaga agar kondisi tersebut tidak menjadi ekstrem.

Perseroan menolak segala anggapan bahwa ada perusahaan efek yang bertindak atas nama atau atas arahan Perseroan. Perseroan tidak mengarahkan aktivitas perdagangan perusahaan efek mana pun atas saham Perseroan, termasuk PT Henan Putihrai Sekuritas.

Frasa “broker milik Pangestu” merupakan penggambaran oleh investor yang tidak disebutkan namanya. Artikel tersebut tidak menyebutkan broker mana yang dimaksud. Artikel itu juga tidak menyajikan bukti apa pun bahwa ada broker yang bertindak atas instruksi Perseroan.

Penggambaran tersebut menimbulkan kesan yang menyesatkan, seolah-olah terdapat keterkaitan atau pengaturan tertentu antara Perseroan, pemegang saham pengendalinya, dan broker eksternal.

Pergerakan harga saham terjadi dalam mekanisme perdagangan di pasar. Pergerakan itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan investor, likuiditas pasar, dan kondisi pasar yang berlaku. Dinamika pasar yang lebih luas ini perlu dipertimbangkan untuk memahami pergerakan harga di pasar modal Indonesia.

Sikap Perseroan

Perseroan mendukung reformasi pasar modal yang dipimpin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Reformasi ini bertujuan mewujudkan iklim investasi yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perseroan juga menegaskan kembali bahwa kegiatan operasionalnya tetap berjalan normal. Perseroan memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Salak, Darajat, dan Wayang Windu, serta pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selatan. Seluruh pembangkit tersebut terus memasok listrik ke jaringan listrik nasional berdasarkan kontrak jangka panjang.

Pada akhir Oktober 2026, Perseroan telah merampungkan retrofit Unit 3 PLTP Darajat. Dengan rampungnya retrofit tersebut, kapasitas terpasang panas bumi Perseroan meningkat menjadi 935,55 MW dari 886 MW pada saat IPO tahun 2023. Perseroan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 GW pada akhir 2026.