< Kembali
  • Siaran Pers
  • 26 March 2026
  • 29

PT Barito Renewables Energy Tbk (IDX: BREN) Umumkan Kinerja Konsolidasian Auditan untuk Tahun Buku 2025

Key Highlights:
• Pendapatan Konsolidasian 2025 sebesar US$605 juta
• EBITDA Konsolidasian 2025 sebesar US$518 juta
• Laba Bersih Konsolidasian 2025 sebesar US$165 juta


Jakarta, 20 Maret 2026 – PT Barito Renewables Energy Tbk (“Barito Renewables”, “BREN” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan hasil kinerja keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun, didukung oleh operasi panas bumi yang stabil serta pengelolaan biaya yang disiplin, meskipun segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.

Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, menyampaikan:
“Kami dengan senang hati melaporkan kembali kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi yang kuat dan konsisten dari portofolio panas bumi kami. Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami. Meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi kami menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan. Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, Perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas. Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami.”

Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, meningkat 1,4% secara tahunan, yang terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil dan kontribusi dari Unit Binary Salak. EBITDA tercatat sebesar US$518 juta, dengan margin EBITDA sebesar 85,6%, mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, meningkat 6,5% secara tahunan, didorong oleh kinerja operasional yang lebih kuat serta penurunan biaya pendanaan setelah pelaksanaan inisiatif optimalisasi utang.

Secara operasional, Perseroan mencatat sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun yang semakin memperkuat portofolio panas bumi. Proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III 2025, menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan Perseroan mencapai 910 MW pada akhir tahun 2025, meningkat 24 MW (+2,7% YoY) dibandingkan tahun sebelumnya Perseroan juga berhasil menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025, yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi Perseroan. Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026, yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.

Ke depan, Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia.


FINANCIAL PERFORMANCE ANALYSIS

Pendapatan Konsolidasian sebesar US$605 juta:

Pendapatan konsolidasian untuk FY2025 mencapai US$605 juta, meningkat 1,4% secara tahunan dari US$597 juta pada FY2024. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta kontribusi dari Unit Binary Salak, yang sebagian diimbangi oleh produksi listrik dari segmen angin yang lebih rendah selama tahun berjalan.

EBITDA Konsolidasian sebesar US$518 juta:
EBITDA tercatat sebesar US$518 juta, mencerminkan kinerja operasional yang solid dari portofolio panas bumi serta pengelolaan biaya yang disiplin. Margin EBITDA tercatat sebesar 85,6%.

Laba Bersih sebesar US$165 juta:
Laba bersih setelah pajak mencapai US$165 juta, didukung oleh peningkatan pendapatan operasional serta penurunan biaya pendanaan. Penurunan beban bunga tersebut merupakan hasil dari keberhasilan Perseroan dalam melaksanakan inisiatif optimalisasi utang yang dilakukan pada tahun 2024.

Total Assets and Total Liabilities:
Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar US$3,87 miliar, sementara total liabilitas menurun menjadi US$2,98 miliar, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) Perseroan membaik menjadi 2,36x pada akhir tahun 2025.

---- END ----
 
Tentang Barito Renewables
Barito Renewables (IDX: BREN) adalah perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia dan unit energi terbarukan dari Barito Pacific Group, yang berkomitmen menyediakan solusi energi bersih dan berkelanjutan. Dengan fokus kuat pada tanggung jawab lingkungan serta keterlibatan masyarakat di wilayah operasionalnya, BREN memainkan peran penting dalam transisi Indonesia menuju lanskap energi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Anak usaha BREN, Star Energy Geothermal, saat ini mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 926 MW. Melalui Barito Wind, Perseroan juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang 79 MW. Kunjungi situs resmi perusahaan di: https://baritorenewables.co.id 
Untuk pertanyaan media, silakan hubungi: externalcommunications@barito.co.id